SKI, Tarakan — Upaya meningkatkan minat baca anak kembali digencarkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Menghidupkan Cerita melalui Intonasi dan Irama Membaca” yang digelar pada 2 November 2025 di Taman Barokah Selumit, Tarakan, Kalimantan Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Borneo Tarakan (UBT) dalam mendorong budaya literasi sejak usia dini.
Dosen UBT Pimpin Pengabdian Masyarakat Tingkatkan Minat Baca Anak
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Asih Riyanti, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa Indonesia UBT, didampingi lima mahasiswa semester 3, yakni Muhammad Arul, Muhammad Refi Naldi, Nurin Asiqin, Nasma, dan Nurul Hasanah.
Melalui metode membaca nyaring dengan intonasi dan irama, para penggiat literasi ini berupaya menghidupkan suasana cerita agar lebih ekspresif, menarik, dan mudah dipahami anak-anak di Kampung Selumit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Metode Membaca Berintonasi Jadi Daya Tarik Anak
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim pelaksana menampilkan cara membaca yang dinamis. Alunan suara, intonasi naik turun, hingga irama yang terjaga berhasil mencuri perhatian anak-anak yang hadir.
Sejak sesi pembukaan, peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Para mahasiswa secara bergiliran memberikan penjelasan mengenai pentingnya membaca, kemudian membawakan cerita dengan gaya vokal yang ekspresif sehingga menciptakan pengalaman mendengar yang menyenangkan.
Interaksi Menarik Bangun Kedekatan dengan Anak
Pada momen tertentu dalam cerita, anak-anak diajak untuk ikut merespons melalui gerakan, tepuk tangan, hingga sesi tanya jawab singkat. Interaksi ini tidak hanya membuat kegiatan lebih hidup, tetapi juga membantu meningkatkan fokus dan keterlibatan peserta.
Aktivitas kreatif tersebut sekaligus menjadi sarana membangun kedekatan antara mahasiswa dan anak-anak, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa terkesan monoton.
Pentingnya Literasi Sejak Dini
Menurut Dr. Asih Riyanti, kegiatan ini bukan sekadar program literasi, melainkan wujud kecintaan terhadap pendidikan dan pengembangan anak sejak dini.
“Pengenalan bacaan yang menarik merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang kritis dan memiliki kemampuan literasi tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi mahasiswa dalam kegiatan ini adalah bukti nyata peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
Ia menambahkan, kolaborasi mahasiswa dalam kegiatan ini adalah bukti nyata peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
Harapan Kegiatan Berlanjut Secara Berkala
Masyarakat setempat menyambut baik program literasi ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat diadakan secara berkelanjutan karena dinilai mampu:
Menumbuhkan kegemaran membaca
Meningkatkan kepercayaan diri anak
Memperluas imajinasi
Mengasah kemampuan berbahasa
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mempertegas bahwa literasi bukan hanya penghubung antara dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat luas. (*)
Editor : SKI
Editor : SKI
Sumber Berita: Mata Kaltara News



















Subscribe to my channel