SKI | PASURUAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), khususnya akses listrik dan internet.
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, melakukan kunjungan kerja ke PT Santinilestari Energi Indonesia di Pasuruan, Jumat (10/4/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung teknologi energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yang dinilai dapat menjadi solusi bagi wilayah terpencil di Kaltara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Wagub Ingkong mendapat pemaparan dari Direktur PT Santinilestari Energi Indonesia, Sandy Hartono, terkait sistem dan teknologi yang dapat diterapkan di daerah pedalaman dan perbatasan.
Ingkong mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak masyarakat di wilayah pedalaman Kaltara yang belum menikmati akses listrik dan internet secara memadai.
“Listrik merupakan layanan dasar yang sangat penting bagi masyarakat. Pemprov Kaltara terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi geografis Kalimantan Utara yang cukup menantang menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur, terutama jaringan listrik konvensional.
“Kita terus mencari alternatif selain layanan PLN, salah satunya melalui pemanfaatan energi surya,” katanya.
Selain berdiskusi, Wagub juga meninjau langsung proses produksi panel surya, baterai, serta sistem instalasi penyalur daya yang dikembangkan perusahaan tersebut.
Berdasarkan data Pemprov Kaltara, saat ini terdapat sekitar 73 hingga 123 desa yang belum teraliri listrik. Sebagian besar desa tersebut berada di wilayah perbatasan, seperti Kabupaten Nunukan dan Malinau.
Sebagai upaya pemerataan pembangunan, Pemprov Kaltara menargetkan sekitar 10 hingga 20 desa dapat dialiri listrik setiap tahunnya.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara. (dkisp)
Editor : Sahran
Sumber Berita: (dkisp)

















