SKI | TANJUNG SELOR, Dalam upaya memperkuat sinergitas antara tokoh adat dan aparat penegak hukum, Ketua Adat Kesultanan Bulungan Dt Buyung Perkasa melakukan kunjungan resmi ke Mapolda Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menemui Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Pertemuan hangat ini difokuskan pada pembahasan terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah Bumi Benuanta.
Sinergi Budaya dan Keamanan
Dalam pertemuan tersebut, pihak Kesultanan Bulungan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Polri dalam menjaga stabilitas keamanan. Sebagai pilar penting dalam struktur sosial di Kaltara, lembaga adat dinilai memiliki peran strategis dalam meredam potensi konflik dan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal.
”Kami berharap kolaborasi antara pihak kepolisian dan pemangku adat tetap terjaga erat. Keamanan wilayah adalah fondasi utama agar pembangunan dan kegiatan adat di Kaltara dapat berjalan beriringan,” ujar Ketua Adat Kesultanan Bulungan (Dt Drs.,DT., Buyung Perkasa M.Pd),
Beberapa isu krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain:
Pencegahan Konflik Sosial: Menekankan pentingnya dialog terbuka untuk menyelesaikan perselisihan di masyarakat sebelum berkembang menjadi masalah hukum.
Dukungan Terhadap Program Kepolisian:
Mengajak seluruh elemen masyarakat adat untuk mensukseskan
program-program kamtibmas, terutama menjelang agenda-agenda nasional.
Pelestarian Budaya Sebagai Identitas Bangsa: Menjadikan nilai-nilai luhur adat sebagai alat pemersatu di tengah keberagaman etnis di Kalimantan Utara.
Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K.menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Kesultanan Bulungan. Kapolda menekankan bahwa peran tokoh adat sangat vital sebagai jembatan komunikasi antara kepolisian dan warga.
”Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari tokoh adat seperti Kesultanan Bulungan adalah kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kalimantan Utara,” ungkap Kapolda Kaltara.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk rutin melakukan koordinasi lapangan guna memastikan setiap dinamika sosial di Kalimantan Utara dapat tertangani dengan bijak melalui pendekatan hukum maupun pendekatan adat yang humanis.(*)
Editor : Sahran
Sumber Berita: https://suarakalimantankini.com

















