Infrastruktur Minim, 70% Lahan Padi CSR di Tanjung Buka Terancam Gagal Panen

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKI | BULUNGAN – Sejumlah warga transmigrasi di Satuan Pemukiman (SP) 9, Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mengeluhkan proses panen padi di lahan Corporate Social Responsibility (CSR) yang terbengkalai. Aktivitas panen dilaporkan mandek selama lebih dari satu bulan akibat kendala infrastruktur yang buruk.

Dari total luasan lahan padi siap panen sebesar 123 hektare (ha), tercatat baru sekitar 30 persen yang berhasil dipanen. Sementara itu, 70 persen sisa lahan lainnya kini terancam rusak dan tidak dapat diselamatkan karena telah melewati masa petik optimal.

Kondisi ini dipicu oleh sulitnya mobilitas di area persawahan. Para petani menghadapi hambatan besar saat mengangkut hasil panen dari tengah sawah menuju pinggir jalan raya akibat medan lumpur yang sangat dalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎​”Kami kesulitan membawa padi ke pinggir jalan karena jalurnya masih lumpur dalam. Kalau dipaksakan, biaya angkutnya tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Akibatnya, banyak padi yang dibiarkan begitu saja di lahan karena sudah lewat masa panennya,” ujar Imam, salah seorang petani terdampak, Selasa (23/6).

Keterlambatan evakuasi hasil bumi ini dipastikan menurunkan kualitas gabah secara drastis dan memicu kerugian finansial yang signifikan bagi para petani transmigran di kawasan tersebut.

‎​Berdasarkan data lapangan, para petani setidaknya membutuhkan tiga elemen infrastruktur krusial untuk mengatasi masalah ini dalam jangka panjang:

‎​Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang memadai untuk akses kendaraan angkut.

‎​Pembuatan Parit Kuarter guna pengelolaan drainase air.

Sistem Pipanisasi untuk Cross Block guna mendukung tata kelola air di lahan persawahan.

‎​Selain infrastruktur fisik, warga juga berharap adanya bantuan jangka pendek berupa Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang sesuai untuk memanen di medan berlumpur berat. Warga mendesak pihak pengelola CSR dan pemerintah daerah setempat untuk segera turun tangan melakukan evaluasi serta memberikan solusi nyata.

Sampai berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya menghubungi dinas terkait dan pihak perusahaan pengelola program CSR guna mendapatkan konfirmasi serta penjelasan lebih lanjut mengenai rencana penanganan di kawasan pertanian tersebut. (*)

Sumber Berita: Redaksi suarakalimantankini

Berita Terkait

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Libatkan Anggota DPRD Bulungan, ‎ “Penyerahan Barang Bukti”
Warga Tanjung Selor Hulu Keluhkan Sisa Pemangkasan Ranting Pohon di Tepian Sungai Kayan
Gubernur Kaltara Rencanakan Lomba Sumpit Se-Borneo pada 2027
AKPERSI Gelar Pelatihan Jurnalistik Menuju UKW, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Dugaan Penerbitan Ijazah Tanpa Prosedur, Anggota DPRD Bulungan Laporkan Kepala PKBM Endless ke Polisi
Kasus ISPA Melonjak di Tiga Wilayah, Pemkab Bulungan Distribusikan 200 Ribu Masker ‎
‎MA Tolak Kasasi PLN Terkait Sengketa Tiang Listrik di Aceh Barat, Tegaskan Kewajiban Penyelesaian Hak Tanah
Ketua Partai Buruh Kaltara (Joko Supriyadi, S.T., M.T.,) Desak Audit PT KIPI dan Evaluasi Penanganan Karhutla 2026 ‎
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:51 WITA

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Libatkan Anggota DPRD Bulungan, ‎ “Penyerahan Barang Bukti”

Senin, 2 November 2026 - 07:12 WITA

Warga Tanjung Selor Hulu Keluhkan Sisa Pemangkasan Ranting Pohon di Tepian Sungai Kayan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:24 WITA

Gubernur Kaltara Rencanakan Lomba Sumpit Se-Borneo pada 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

AKPERSI Gelar Pelatihan Jurnalistik Menuju UKW, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WITA

Dugaan Penerbitan Ijazah Tanpa Prosedur, Anggota DPRD Bulungan Laporkan Kepala PKBM Endless ke Polisi

Berita Terbaru