Aliansi Ormas Kaltara Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga di Tanjung Selor ‎

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKI | TANJUNG SELOR – Aliansi Ormas Kaltara (ALOK) mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait dugaan peristiwa penculikan dan pemukulan yang menimpa seorang warga bernama Mahpud Ghodal. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, pada Kamis (14/5/2026) dini hari sekitar pukul 00.15 WITA.

‎Dalam rilis resminya yang dikeluarkan pada Sabtu (16/5/2026), ALOK mengecam keras segala bentuk tindakan kekerasan, intimidasi, maupun aksi main hakim sendiri. Mereka menilai kejadian ini telah memberikan dampak trauma fisik dan psikis yang mendalam bagi korban.

‎”Kami menilai bahwa peristiwa ini merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele, karena telah mengakibatkan korban mengalami ketakutan, tekanan mental, serta trauma mendalam,” tulis ALOK dalam pernyataan sikapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎ALOK juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan dan kronologi yang disampaikan oleh korban kepada pihak aliansi, terdapat indikasi awal mengenai dugaan keterlibatan oknum aparatur negara dalam insiden tersebut.

‎Menyikapi hal itu, ALOK mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengambil langkah taktis berupa penyelidikan menyeluruh. Mereka meminta proses hukum berjalan secara transparan, profesional, dan objektif tanpa memandang bulu.

‎”Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat, serta memberikan perlindungan hukum dan keamanan kepada korban maupun saksi-saksi,” tegas aliansi tersebut.

‎ALOK mengingatkan bahwa aparat negara mengemban fungsi utama sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, sehingga kepercayaan publik harus tetap dijaga melalui penegakan hukum yang adil.

Di akhir pernyataannya, Aliansi Ormas Kaltara mengajak seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Utara untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang. Mereka mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga kondusifitas daerah sambil terus mengawal jalannya proses hukum secara damai dan bermartabat.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait laporan atau perkembangan penyelidikan atas dugaan kasus penganiayaan tersebut. (*)

Penulis : Badrun

Editor : Sahran

Sumber Berita: Suara Kalimantan Kini

Berita Terkait

Viral Video Dugaan Penculikan di Bulungan, Ketua DPRD Kaltara Desak Polisi Usut Tuntas
Tim Intelijen Kejati Kaltara Tangkap DPO Kasus Perambahan Hutan Ilegal di Sekatak
Tim Firma Hukum Subur Jaya & Partner Apresiasi Profesionalisme Polres Tabanan
Tim Kejaksaan Gabungan Amankan Tersangka Korupsi Hibah Pariwisata Kaltara di Makassar
Warga Pulau Tias Khawatir Jembatan Utama Goyang, Desak Pemerintah Segera Bertindak
Kericuhan Mewarnai RDP DPD RI di Kaltara, Warga Keluhkan Minimnya Ruang Bicara
Kejati Kaltara Periksa Tiga Mantan Bupati Nunukan Terkait Dugaan Kasus Pertambangan
Bertaruh Nyawa di Jeram: Jeritan Warga Perbatasan Malinau Menanti Akses Darat
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:12 WITA

Aliansi Ormas Kaltara Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga di Tanjung Selor ‎

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:01 WITA

Viral Video Dugaan Penculikan di Bulungan, Ketua DPRD Kaltara Desak Polisi Usut Tuntas

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:29 WITA

Tim Intelijen Kejati Kaltara Tangkap DPO Kasus Perambahan Hutan Ilegal di Sekatak

Kamis, 30 April 2026 - 19:08 WITA

Tim Firma Hukum Subur Jaya & Partner Apresiasi Profesionalisme Polres Tabanan

Kamis, 23 April 2026 - 09:02 WITA

Tim Kejaksaan Gabungan Amankan Tersangka Korupsi Hibah Pariwisata Kaltara di Makassar

Berita Terbaru