SKI | Bulungan – Kondisi infrastruktur jembatan penghubung di Pulau Tias, Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, kini menjadi sorotan tajam. Warga setempat mulai menyuarakan kekhawatiran mendalam lantaran jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas mereka dianggap sudah tidak layak dan terancam roboh.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (15/04/2026), struktur jembatan dilaporkan sudah mengalami goyangan yang signifikan saat dilintasi. Kondisi ini dinilai sangat berisiko memicu kecelakaan fatal bagi pengguna jalan yang melintas setiap harinya.
Pulau Tias bukanlah permukiman kecil. Wilayah yang secara administratif terdiri dari 6 RT dan 1 RW ini dihuni oleh sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) dengan total penduduk mencapai kurang lebih 1.000 jiwa.
Peran jembatan tersebut sangat vital karena memikul beban lalu lintas harian untuk berbagai kebutuhan, di antaranya:
Jalur utama anak sekolah menuju lembaga pendidikan dan menjadi Akses krusial bagi warga yang membutuhkan bantuan medis darurat.
Perwakilan warga menyatakan bahwa penyampaian keluhan ini merupakan bentuk aspirasi agar pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir mendapat prioritas yang setara.
”Kami berharap ada langkah nyata dari para pemangku kebijakan. Ini adalah akses tunggal kami. Jangan sampai menunggu ada korban atau kerusakan total baru ada perbaikan,” ujar salah satu warga saat menyampaikan aspirasinya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Pulau Tias masih menanti respon resmi serta peninjauan langsung dari pemerintah tingkat kecamatan maupun Kabupaten Bulungan
Keamanan dan keselamatan seribu jiwa di desa tersebut kini bergantung pada percepatan langkah pemerintah dalam melakukan perbaikan atau renovasi total terhadap infrastruktur yang ada. Warga berharap solusi konkret dapat segera terealisasi sebelum kerusakan jembatan semakin parah.
#Redaksi Suara Kalimantan Kini
Editor : Sahran

















