‎Mangkir dari Panggilan Penyidik, Kejati Kaltara Agendakan Ulang Pemeriksaan Dirut PT SIP

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKI – ‎​TANJUNG SELOR – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara (Kejati Kaltara) terus mendalami penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi di sektor pertambangan yang berlokasi di Kabupaten Nunukan. Di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltara, Yudi Indra Gunawan, S.H., M.H., penyidik bergerak maraton memeriksa sejumlah saksi.
‎
‎
‎​Sejak Senin hingga Kamis (18–21 Mei 2026), tim penyidik menjadwalkan pemanggilan secara patut terhadap 9 orang saksi yang diduga kuat berkaitan dengan perkara tersebut. Para saksi yang dipanggil berasal dari unsur kementerian terkait serta pihak swasta.
‎
‎
‎​Namun, dalam rangkaian pemeriksaan tersebut, salah satu saksi kunci yakni KM selaku Direktur Utama PT Sebuku Inti Plantation (PT SIP) sekaligus Direktur PT Central Cipta Murdaya (PT CCM), mangkir dari panggilan penyidik.
‎
‎
‎​Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kaltara, Andi Sugandi, membenarkan adanya saksi yang tidak hadir tanpa memberikan keterangan resmi kepada pihak kejaksaan.
‎
‎
‎​“Beberapa orang saksi yang dipanggil yaitu dari Kementerian LHK maupun perusahaan. Namun, Direktur Utama PT SIP yang sekaligus Direktur PT CCM, yakni saudara KM, tidak memenuhi panggilan tanpa memberikan informasi atau keterangan alasan ketidakhadirannya,” ujar Andi Sugandi dalam siaran persnya, Selasa (26/5/2026).
‎
‎
‎​Andi menjelaskan bahwa surat panggilan resmi sejatinya telah dikirimkan kepada para saksi setidaknya satu minggu sebelum jadwal pemeriksaan yang ditentukan. Untuk saksi KM, agenda pemeriksaan dijadwalkan pada Rabu, 20 Mei 2026.
‎
‎
‎​Mengingat pentingnya keterangan dari pihak-pihak terkait untuk membuat terang perkara ini, Kejati Kaltara memastikan akan mengambil langkah hukum selanjutnya berupa penjadwalan ulang.
‎
‎
‎​“Ini merupakan panggilan yang pertama oleh penyidik kepada yang bersangkutan. Jadi nanti akan kita agendakan ulang untuk langkah-langkah selanjutnya oleh tim, mengingat pentingnya keterangan yang diperlukan,” pungkas Andi.
‎
‎
#Redaksi Suara Kalimantan Kini

Berita Terkait

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Libatkan Anggota DPRD Bulungan, ‎ “Penyerahan Barang Bukti”
Warga Tanjung Selor Hulu Keluhkan Sisa Pemangkasan Ranting Pohon di Tepian Sungai Kayan
Gubernur Kaltara Rencanakan Lomba Sumpit Se-Borneo pada 2027
AKPERSI Gelar Pelatihan Jurnalistik Menuju UKW, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Dugaan Penerbitan Ijazah Tanpa Prosedur, Anggota DPRD Bulungan Laporkan Kepala PKBM Endless ke Polisi
Kasus ISPA Melonjak di Tiga Wilayah, Pemkab Bulungan Distribusikan 200 Ribu Masker ‎
‎MA Tolak Kasasi PLN Terkait Sengketa Tiang Listrik di Aceh Barat, Tegaskan Kewajiban Penyelesaian Hak Tanah
Ketua Partai Buruh Kaltara (Joko Supriyadi, S.T., M.T.,) Desak Audit PT KIPI dan Evaluasi Penanganan Karhutla 2026 ‎
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:51 WITA

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Libatkan Anggota DPRD Bulungan, ‎ “Penyerahan Barang Bukti”

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:24 WITA

Gubernur Kaltara Rencanakan Lomba Sumpit Se-Borneo pada 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

AKPERSI Gelar Pelatihan Jurnalistik Menuju UKW, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WITA

Dugaan Penerbitan Ijazah Tanpa Prosedur, Anggota DPRD Bulungan Laporkan Kepala PKBM Endless ke Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 22:57 WITA

Kasus ISPA Melonjak di Tiga Wilayah, Pemkab Bulungan Distribusikan 200 Ribu Masker ‎

Berita Terbaru