SKI | TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara yang menggelar Lomba Sumpit Tradisional Dayak. Kompetisi budaya ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Agenda yang sarat akan nilai budaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk merawat warisan leluhur sekaligus menjadi instrumen efektif dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat di Bumi Benuanta.
Apresiasi tersebut diutarakan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, H. Safi’i, S.T., M.A.P., yang hadir mewakili Gubernur Kaltara. Kegiatan perlombaan dipusatkan di Markas Komando (Mako) Brimob Batalyon A Pelopor, Tanjung Selor, pada Sabtu (20/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kesempatan tersebut, Safi’i juga menyampaikan ucapan selamat hari jadi kepada korps kepolisian atas komitmen dan dedikasi tanpa henti dalam mengawal kondusivitas daerah.
“Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Terima kasih atas pengabdian dalam mengayomi masyarakat dan menjaga rasa aman di Provinsi Kalimantan Utara,” ungkap Safi’i saat membacakan sambutan.
Nilai Filosofis dan Relevansi Budaya Sumpit
Lebih lanjut, Safi’i memaparkan bahwa tradisi menyumpit memiliki kedekatan historis dan nilai filosofis yang sangat mendalam bagi masyarakat suku Dayak. Oleh karena itu, eksistensinya harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Sumpit kini tidak hanya dipandang sebagai alat buru tradisional, melainkan telah bertransformasi menjadi olahraga prestasi yang mengandung banyak falsafah positif untuk kehidupan sehari-hari maupun roda pembangunan, seperti:
-
Kedisiplinan: Memerlukan kepatuhan pada teknik dan latihan yang konsisten.
-
Ketenangan Emosional: Menuntut kontrol diri yang kuat sebelum melepaskan anak sumpit.
-
Ketepatan dan Fokus: Menjaga konsentrasi penuh demi mencapai target yang dibidik.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya sumpit ini dapat menjadi sumber inspirasi bersama dalam membangun Kalimantan Utara yang maju, harmonis, dan berdaya saing,” tambahnya.
Sinergi Kuat di Wilayah Beranda Depan NKRI
Pemprov Kaltara menilai gelaran acara ini menjadi bukti nyata terbangunnya sinergi yang harmonis antara jajaran pemerintah, kepolisian, dan elemen masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor seperti ini dinilai sangat krusial bagi Kaltara. Terlebih, provinsi ini memegang posisi geo-strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan bertindak sebagai salah satu beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menutup arahannya, Safi’i mengajak seluruh peserta lomba untuk berkompetisi secara sehat dan mengedepankan nilai-nilai persaudaraan.
“Yang terpenting bukan sekadar menang atau kalah, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu mempererat kebersamaan dan menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari,” pungkasnya.
Turut hadir langsung dalam kemeriahan acara tersebut Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara, para tokoh adat, serta ratusan peserta yang siap memperebutkan gelar juara. (dkisp)
Editor : Redaksi SKI
Sumber Berita: dkisp

















