Pemerintah Provinsi dan DPRD Kaltara Komitmen Perjuangkan Legalitas Penghidupan Masyarakat Adat

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKI | Tanjung Selor – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara menegaskan sikap tegas dan komitmen kuat untuk mendampingi masyarakat dalam memperjuangkan kepastian hukum dan legalitas penghidupan warga setempat. Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan dialogis dengan perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Senin (8/6/2026) di ruang kerja Wakil Gubernur Kaltara.

Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung damai, tertib, dan kondusif diawali dengan berkumpulnya warga di halaman Kantor Gubernur Kaltara, dengan pengawalan aman dari jajaran Polresta Bulungan. Selanjutnya, perwakilan masyarakat diterima langsung oleh Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., beserta pimpinan DPRD Kaltara.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Ingkong Ala didampingi Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, Wakil Ketua I Muddain, Wakil Ketua II Muhammad Nasir, dan Ketua Komisi I Alimuddin. Mereka mendengarkan secara langsung aspirasi yang disampaikan oleh 10 orang perwakilan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator lapangan aksi, Rudi, menjelaskan bahwa kedatangan masyarakat dilandasi keinginan untuk memperoleh keadilan ekonomi dan kepastian ruang hidup yang semakin terdesak. Ia menyampaikan bahwa warga menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya pendidikan, lantaran belum ada kepastian hukum yang mengizinkan mereka mengelola potensi sumber daya alam di wilayah adatnya sendiri.

Beberapa tuntutan utama yang disampaikan antara lain: mendesak diterbitkannya Peraturan Gubernur tentang Pertambangan Rakyat, penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) untuk mencegah kriminalisasi warga, peninjauan kembali Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan yang dinilai tumpang tindih dengan wilayah adat, serta permohonan kebijakan khusus agar masyarakat dapat kembali bekerja secara sah untuk menafkahi keluarga.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Ingkong Ala menyatakan bahwa pemerintah provinsi memahami sepenuhnya kesulitan yang dihadapi warga sekaligus batasan aturan perundang-undangan yang berlaku. “Sesuai amanat undang-undang, kekayaan alam dikuasai negara, namun pengelolaannya harus diperuntukkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” tegasnya.

Pemprov Kaltara dan DPRD berkomitmen untuk terus mengawal proses penyempurnaan regulasi pertambangan agar sejalan dengan kepentingan dan keberlanjutan penghidupan masyarakat adat di wilayah tersebut.

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kaltara

Berita Terkait

Seleksi KPID Kaltara 2026–2029 Disorot, Publik Pertanyakan Potensi Benturan Kepentingan
Kaltara Masuki Usia ke-14: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen hingga Raih Peringkat Pertama Kerukunan Umat Beragama
Pemprov Kaltara Diperkuat Alokasi Bedah Rumah 3.091 Unit dari Kementerian PKP pada 2026 ‎
Sinergi Polisi dan Masyarakat: Ketua RT 06 Bumi Rahayu Apresiasi FKPM Polda Kaltara 2026
‎Jadi Rujukan Penerapan Pajak Kendaraan di Atas Air, Kaltara Terima Kunjungan Studi Tiru Pemprov NTT ‎
Pemprov Kaltara Perkuat Tata Kelola Statistik Sektoral Wujudkan Satu Data Indonesia
‎Komitmen Pembangunan Perbatasan, Gubernur Kaltara Sabet Penghargaan Seven Media Asia ‎
Peringati HUT Kaltara dan DWP, DWP Kaltara Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks di Tanjung Selor
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:56 WITA

Seleksi KPID Kaltara 2026–2029 Disorot, Publik Pertanyakan Potensi Benturan Kepentingan

Senin, 2 November 2026 - 20:22 WITA

Kaltara Masuki Usia ke-14: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen hingga Raih Peringkat Pertama Kerukunan Umat Beragama

Minggu, 1 November 2026 - 10:30 WITA

Pemprov Kaltara Diperkuat Alokasi Bedah Rumah 3.091 Unit dari Kementerian PKP pada 2026 ‎

Minggu, 1 November 2026 - 10:26 WITA

Sinergi Polisi dan Masyarakat: Ketua RT 06 Bumi Rahayu Apresiasi FKPM Polda Kaltara 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:19 WITA

‎Jadi Rujukan Penerapan Pajak Kendaraan di Atas Air, Kaltara Terima Kunjungan Studi Tiru Pemprov NTT ‎

Berita Terbaru