SKI | TANJUNG SELOR – Catatan investasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan performa yang sangat impresif. Hingga Triwulan I tahun 2026, realisasi investasi di Bumi Benuanta sukses menembus angka Rp11 triliun.
Menyikapi pertumbuhan ekonomi yang masif ini, Pemprov Kaltara bergerak cepat memperkuat infrastruktur penunjang, salah satunya dengan memacu rencana pembangunan jaringan kereta api logistik strategis.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Infrastruktur Strategis Jaringan Kereta Api di Aula Pertemuan Kantor Gubernur, Kamis (11/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Zainal menjelaskan, forum strategis ini merupakan langkah konkret tindak lanjut dari audiensi mendalam yang telah dilakukan bersama pihak investor, PT Indonesia Transit Synergy (INTRA).
Menurut Gubernur, kehadiran jalur kereta api logistik ini akan menjadi jawaban atas tantangan efisiensi distribusi hasil bumi di Kaltara, khususnya untuk sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.
“Bagi para pengusaha tambang maupun kelapa sawit, keberadaan kereta api ini nantinya bisa memangkas biaya angkut menjadi jauh lebih murah menuju kawasan industri maupun pelabuhan utama,” ujar Zainal.
Lebih lanjut, pemimpin nomor satu di Kaltara ini menilai moda transportasi berbasis rel akan menjadi solusi jangka panjang yang mengoneksikan pusat-pusat produksi di empat kabupaten sekaligus, mulai dari Bulungan, Tana Tidung, Malinau, hingga Nunukan
Selain efisiensi biaya, proyek ini diproyeksikan mampu mengurangi beban tonase kendaraan di jalan umum, sehingga dapat menekan angka kerusakan jalan raya akibat mobilitas truk bermuatan besar.
Melalui FGD ini, Gubernur berharap ada kesepahaman awal yang kuat (MoU) antara PT INTRA dengan perusahaan-perusahaan lokal selaku pengguna jasa (off-taker).
Menariknya, visi Gubernur Zainal tidak berhenti pada angkutan barang saja. Ke depan, ia menargetkan jaringan rel ini juga bisa melayani moda transportasi penumpang yang menghubungkan seluruh daratan Kalimantan, bahkan hingga menembus batas negara tetangga.
“Mudah-mudahan ke depan ada rel untuk barang dan juga penumpang. Kami bahkan sudah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Brunei Darussalam terkait rencana besar jalur kereta api lintas Kalimantan, Malaysia, dan Brunei,” pungkasnya optimis.(*)
Editor : Redaksi suarakalimantankini
Sumber Berita: dkisp

















