Dinkes Bulungan Imbau Warga Waspadai Ancaman Hantavirus dari Tikus

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 16:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKI | Tanjung Selor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus. Penyakit yang ditularkan melalui tikus ini dapat memicu gangguan kesehatan serius jika tidak diantisipasi sejak dini.

‎​Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, drg. Imam Sujono, menjelaskan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan gangguan fatal pada organ paru-paru maupun ginjal. Berdasarkan karakteristik medisnya, virus ini dapat memicu dua jenis penyakit utama.

‎​”Virus tersebut dapat memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru, serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang berdampak pada ginjal dan berpotensi menyebabkan perdarahan,” ujar Imam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎​Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sanitasi di sekitar mereka. “Penyakit ini perlu diwaspadai masyarakat, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari paparan tikus pembawa virus,” tambahnya.

‎​Mengenai mekanisme penularan, Imam memaparkan bahwa hantavirus umumnya menyebar melalui udara yang telah terkontaminasi oleh urine, kotoran, maupun air liur tikus yang terinfeksi. Selain melalui udara (airborne), penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung.

‎​Udara: Menghirup udara yang terkontaminasi droplet/partikel kotoran tikus.

Kontak Fisik: Menyentuh benda yang terpapar virus, lalu menyentuh area mulut atau hidung.

Gigitan: Terkena gigitan tikus secara langsung (kasus ini tergolong jarang terjadi).

‎​Gejala klinis akibat infeksi ini biasanya tidak langsung muncul, melainkan membutuhkan waktu inkubasi sekitar satu hingga lima minggu setelah seseorang terpapar.

Pada fase awal, gejala yang muncul cenderung mirip dengan infeksi virus lainnya, seperti: ​Demam dan sakit kepala​Nyeri otot serta ​Mual hingga muntah

‎​Namun, pada kondisi yang lebih berat, pasien dapat mengalami pemburukan gejala berupa sesak napas akut, gangguan fungsi ginjal, hingga perdarahan internal.

‎​Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan menekankan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan rumah tangga. Masyarakat dianjurkan untuk:

Menutup rapat makanan agar tidak memancing kedatangan tikus.

Menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.

‎​Menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus atau wilayah yang terkontaminasi.

“Jika mengalami gejala-gejala tersebut setelah berada di lingkungan yang berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat,” pungkas Imam.
‎

‎#Redaksi Suara Kalimantan Kini

Editor : Sahran

Berita Terkait

‎Dinkes Bulungan Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Keterlibatan Warga Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan
Dongkrak Kinerja Layanan Primer, Dinkes Bulungan Genjot Kapasitas Posyandu dan Kompetensi Kader
Pemkab Bulungan Ambil Alih Pembiayaan 5.745 Peserta JKN Terdampak Penonaktifan Pemprov Kaltara
Dampak Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Bulungan Capai 3.453 Kasus ‎
Dinkes Bulungan Gelar Gerakan Ibu Hamil Sehat di Bumi Rahayu untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Dinas Kesehatan Bulungan Sambut 20 Mahasiswa KKN UPA untuk Dorong Edukasi Kesehatan Masyarakat
Sekda Bulungan Minta Pengelolaan IPAL Satuan Pelayanan Gizi Dioptimalkan
‎Dinkes Bulungan Gelar Bimtek Pengawasan Apotek, Tekankan Pengendalian Resistensi Antimikroba dan Tertib Perizinan
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:27 WITA

‎Dinkes Bulungan Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Keterlibatan Warga Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Dongkrak Kinerja Layanan Primer, Dinkes Bulungan Genjot Kapasitas Posyandu dan Kompetensi Kader

Selasa, 29 September 2026 - 22:20 WITA

Pemkab Bulungan Ambil Alih Pembiayaan 5.745 Peserta JKN Terdampak Penonaktifan Pemprov Kaltara

Sabtu, 19 September 2026 - 07:26 WITA

Dampak Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Bulungan Capai 3.453 Kasus ‎

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:01 WITA

Dinkes Bulungan Gelar Gerakan Ibu Hamil Sehat di Bumi Rahayu untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Berita Terbaru