SKI | BULUNGAN, KALTARA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI) Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., melakukan penanaman pohon mangrove dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, pada Sabtu (7/2/2026), sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim di wilayah Kalimantan Utara.
Rangkaian acara diawali dengan penanaman mangrove secara simbolis, yang kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif antara Menteri Kehutanan, Gubernur Kaltara, dan masyarakat. Dialog tersebut dimoderatori oleh Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Zainal A. Paliwang menegaskan bahwa pelestarian dan pemulihan ekosistem mangrove merupakan prioritas pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi karbon.
“Mangrove ini bukan hanya tanaman, tetapi penyangga kehidupan. Jika dijaga bersama, manfaatnya sangat besar bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zainal.
Menurutnya, gerakan penanaman mangrove menjadi langkah konkret dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta menjaga keberlanjutan wilayah pesisir di Kalimantan Utara.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan RI yang didampingi Gubernur Kaltara juga menyerahkan bantuan bibit mangrove secara simbolis kepada empat Kelompok Tani Hutan (KTH), yakni KTH Mangrove Guardian, KTH Sumber Alam Sejahtera, KTH Sumber Tani Bersama, dan KTH Bumi Subur Bersama.
Selain itu, pemerintah turut menyalurkan bantuan Matching Grant kepada empat kelompok nelayan, yaitu KTH Nelayan Mekar Abadi, Tunas Abadi Jaya, Tias Berkah, dan Nelayan Mandiri. Bantuan tersebut berupa bibit udang, bibit bandeng, serta alat tangkap kepiting (ambau) guna mendukung ekonomi berkelanjutan masyarakat pesisir.
Rangkaian kunjungan kerja Menteri Kehutanan RI di Kalimantan Utara ditutup dengan peninjauan penyulingan minyak kayu putih di UPT KPH Kota Tarakan, yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah berbasis sumber daya alam lokal. (dkisp)
Penulis : Dkisp
Editor : Sahran
Sumber Berita: Dkisp







