Kawasan Perkotaan Tideng Pale Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Berbasis Lingkungan

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKI | ‎JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta. Pertemuan ini khusus membahas Rancangan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Tideng Pale.

‎Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, mengungkapkan bahwa Kawasan Perkotaan Tideng Pale yang memiliki luas 1.411,37 hektare dipersiapkan sebagai kawasan pengembangan kota tepi air (waterfront city). Kawasan ini diarahkan untuk menjadi pusat perdagangan, jasa, dan transportasi, dengan dukungan sektor pendidikan serta pariwisata berbasis lingkungan berkelanjutan.

‎”Konsep pengembangan Tideng Pale mendapat apresiasi dari Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN karena dinilai mampu mengintegrasikan transportasi darat dan air secara harmonis,” ujar Ibrahim Ali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibrahim menjelaskan, integrasi transportasi tersebut akan diwujudkan melalui pengembangan Pelabuhan Sungai dan Danau Pengumpan Tipe B Pelabuhan Keramat. Infrastruktur ini nantinya terhubung langsung dengan Jalan Kolektor Primer pada ruas Trans Kalimantan–Achmad Yani–Tideng Pale.

Untuk memayungi pembangunan tersebut, Pemerintah Daerah bersama DPRD Tana Tidung berkomitmen penuh untuk segera menuntaskan Peraturan Bupati (Perbup) tentang RDTR Kawasan Perkotaan Tideng Pale sebagai landasan hukum pengembangan wilayah ke depan.

Selain penguatan sektor ekonomi dan konektivitas, perencanaan kawasan ini juga menitikberatkan pada aspek kelestarian lingkungan. Salah satu target utamanya adalah pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen dari total wilayah perkotaan.

‎”Dalam dokumen RDTR, rencana penyediaan RTH saat ini telah mencapai sekitar 21,47 persen, sementara Indeks Hijau Biru kawasan direncanakan melebihi 31 persen. Ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kawasan perkotaan yang sehat dan berkelanjutan,” tutur Ibrahim.

‎Melalui dokumen tata ruang yang terus dimatangkan ini, Tideng Pale diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Tana Tidung. Langkah ini sekaligus ditargetkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memutar roda aktivitas ekonomi, serta mendongkrak kualitas hidup masyarakat setempat.

‎#Redaksi Suara Kalimantan Kini

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola Daerah, Bupati Tana Tidung Konsultasi ke Dirjen Otda Kemendagri
Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Ditutup, Enam Putra Putri Terbaik Lanjut ke Tingkat Nasional
Wagub Kaltara Tinjau Lokasi Kebakaran Kantor Bupati Bulungan, Pastikan Pemulihan Pelayanan Berjalan
Pansus RTRW DPRD Kaltara Gelar Rapat Sinkronisasi Kawasan Industri dan Permukiman di Bulungan
Pemprov Kaltara Perkuat Kebijakan Ramah Lansia Melalui Lokakarya Kelanjutusiaan
Hari Buku Nasional, DPK Kaltara Dorong Generasi Muda Aktif Menulis dan Berkarya
Wagub Kaltara Buka Konferensi Wilayah GKII, Tekankan Pentingnya Kerukunan dan Pelayanan Gereja
Ziarah ke TMP Telabang Bangsa, Sekprov Kaltara: Semangat Perjuangan Harus Terus Hidup
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:47 WITA

Perkuat Tata Kelola Daerah, Bupati Tana Tidung Konsultasi ke Dirjen Otda Kemendagri

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:06 WITA

Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Ditutup, Enam Putra Putri Terbaik Lanjut ke Tingkat Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:08 WITA

Kawasan Perkotaan Tideng Pale Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Berbasis Lingkungan

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:33 WITA

Pansus RTRW DPRD Kaltara Gelar Rapat Sinkronisasi Kawasan Industri dan Permukiman di Bulungan

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:45 WITA

Pemprov Kaltara Perkuat Kebijakan Ramah Lansia Melalui Lokakarya Kelanjutusiaan

Berita Terbaru