Luruskan Isu DBH DR Kaltara, Fajar Mentari Minta Masyarakat Rujuk Sumber Resmi

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKI | TANJUNG SELOR — Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Fajar Mentari, membantah pemberitaan yang menyebut adanya dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR) senilai Rp611,4 miliar di Kaltara.

 

Selain itu, informasi yang beredar tidak sesuai fakta karena menggunakan dasar hukum yang dinilai sudah tidak relevan serta memuat angka yang disebut tidak akurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Dasar aturannya saja sudah salah. Kemudian angkanya juga tidak sesuai. Dan semua persoalan tersebut sudah diselesaikan,” kata Fajar kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026)

 

Ia mengungkapkan, pengelolaan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi saat ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi.

 

“Ketentuan itu juga diperjelas melalui Surat Nomor S-36/PK/2026 tanggal 31 Maret 2026 tentang Pemberitahuan Sisa Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Reboisasi Sampai dengan Tahun 2025,” ungkapnya.

 

Fajar bilang, persoalan administrasi yang sempat menjadi perhatian telah ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

 

“Rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tidak menemukan unsur pidana apalagi mengembalikan,” ujarnya.

 

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi dalam penyelesaian sengketa informasi publik, Komisi Informasi, kata Fajar, juga mendorong keterbukaan informasi agar masyarakat memperoleh data yang benar, utuh, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Selain itu, penyampaian informasi kepada publik harus mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, dan keseimbangan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

“Dalam konteks keterbukaan informasi publik, masyarakat memang berhak mengetahui pengelolaan anggaran negara maupun daerah. Namun informasi yang disampaikan juga harus berdasarkan regulasi yang berlaku dan data yang valid,” katanya.

 

Fajar menghimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi.

 

“Saya memastikan informasi ini tidak benar. Masyarakat harus cermat dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya,” tutupnya

Editor : SKI

Sumber Berita: Kaltaratoday.com

Berita Terkait

Seleksi KPID Kaltara 2026–2029 Disorot, Publik Pertanyakan Potensi Benturan Kepentingan
Kaltara Masuki Usia ke-14: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen hingga Raih Peringkat Pertama Kerukunan Umat Beragama
Serikat Buruh Kaltara Desak UMP 2027 Mendekati KHL Rp4,97 Juta, Bukan Sekadar Mengikuti Rumusan
Warga Tanjung Selor Hulu Keluhkan Sisa Pemangkasan Ranting Pohon di Tepian Sungai Kayan
Pemprov Kaltara Diperkuat Alokasi Bedah Rumah 3.091 Unit dari Kementerian PKP pada 2026 ‎
Sinergi Polisi dan Masyarakat: Ketua RT 06 Bumi Rahayu Apresiasi FKPM Polda Kaltara 2026
Pemprov Kaltara Raih Penghargaan Sinergi Hulu Migas Wilayah Kalsul 2026
UMP KALTARA 2027: ‎SAATNYA MENDEKATKAN UPAH PADA KEBUTUHAN HIDUP LAYAK
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:56 WITA

Seleksi KPID Kaltara 2026–2029 Disorot, Publik Pertanyakan Potensi Benturan Kepentingan

Senin, 2 November 2026 - 20:22 WITA

Kaltara Masuki Usia ke-14: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen hingga Raih Peringkat Pertama Kerukunan Umat Beragama

Senin, 2 November 2026 - 11:39 WITA

Serikat Buruh Kaltara Desak UMP 2027 Mendekati KHL Rp4,97 Juta, Bukan Sekadar Mengikuti Rumusan

Minggu, 1 November 2026 - 10:30 WITA

Pemprov Kaltara Diperkuat Alokasi Bedah Rumah 3.091 Unit dari Kementerian PKP pada 2026 ‎

Minggu, 1 November 2026 - 10:26 WITA

Sinergi Polisi dan Masyarakat: Ketua RT 06 Bumi Rahayu Apresiasi FKPM Polda Kaltara 2026

Berita Terbaru