SKI | NUNUKAN – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ibnu Sina Nunukan sukses menggelar prosesi Wisuda Tahfidz Al-Qur’an bagi 115 siswa-siswi di lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Sabtu (23/5/2026). Acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru ini menandai keberhasilan para santri dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an mulai dari juz 27 hingga juz 30.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Ibnu Sina Nunukan yang juga anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, S.Pi., M.M. Selain itu, tampak hadir berbagai unsur pemerintah, tokoh pendidikan, tokoh agama, pengurus yayasan, serta para orang tua wali murid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Muhammad Nasir menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas lahirnya generasi Qur’ani di Kabupaten Nunukan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa wisuda tahfidz ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol perjuangan panjang dan sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua.
“Hari ini bukan hanya tentang anak-anak yang memakai pakaian wisuda dan menerima sertifikat. Tetapi hari ini adalah tentang perjuangan, doa-doa orang tua yang tidak pernah putus, kesabaran para ustadz dan ustadzah membimbing ayat demi ayat, serta tentang harapan besar agar anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang mulia,” ujar Muhammad Nasir.
Ia menambahkan, di tengah kekhawatiran terhadap perkembangan zaman dan teknologi yang memengaruhi moral generasi muda, kehadiran pendidikan berbasis Al-Qur’an menjadi benteng yang sangat penting.
Pada kesempatan tersebut, Nasir juga memberikan penghormatan kepada para ustadz dan ustadzah atas dedikasi mereka membangun adab dan keimanan siswa, serta mengapresiasi para orang tua yang telah memercayakan pendidikan anak-anak mereka ke SDIT Ibnu Sina.
Sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan sekaligus legislator di DPRD Provinsi Kaltara, Muhammad Nasir menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan kemajuan pendidikan Islam di Kaltara, khususnya di Kabupaten Nunukan. Hal ini termasuk dalam hal pengembangan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kita ingin Ibnu Sina terus berkembang dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat akidahnya dan baik akhlaknya. Karena kemajuan daerah bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas generasi yang dimilikinya,” tegasnya.
Prosesi wisuda ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya:
Muhyiddin, S.Pd., M.AP (Pengawas SDIT Ibnu Sina mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan)
Ahmad Mustami’in, S.Pd (Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan)
Letkol Inf. Tony Prasetyo, S.Hub.Int., M.H.I (Komandan Kodim)
Ir. H. Dian Kusumanto, M.Si (Pengawas Yayasan Ibnu Sina Nunukan)
Oji Raharjo, S.P (Ketua Yayasan Ibnu Sina Nunukan)
H. Darsan Ahmad Were, S.Pd.I (Sekretaris Dewan Pendidikan Nunukan)
Hasmawati, S.Si (Kepala SDIT Ibnu Sina Nunukan)
Hj. Miskia, S.Si., Apt., M.M (Ketua Komite SDIT Ibnu Sina)
Suasana haru memuncak saat para wisudawan dan wisudawati menampilkan hafalan Al-Qur’an di hadapan para hadirin. Isak tangis bangga dari sejumlah orang tua pecah menyaksikan buah hati mereka mampu menghafal Kitab Suci sejak usia dini.
Acara yang berjalan tertib ini kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi antara wisudawan, guru, pengurus yayasan, serta para tamu undangan.
# Redaksi Suara Kalimantan Kini

















