SKI | TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara terus mendorong penguatan budaya literasi yang tidak hanya sebatas meningkatkan minat baca, tetapi juga membangun keberanian generasi muda untuk menulis dan menghasilkan karya.
Momentum Hari Buku Nasional dinilai menjadi pengingat penting bahwa literasi harus mampu melahirkan generasi kreatif, berpikir kritis, dan aktif berkarya demi mendukung pembangunan daerah di masa depan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara, Dr. Ilham Zain, S.Sos., M.PA., mengapresiasi gerakan literasi yang dilakukan Muhammad Ramli, Juara 2 Duta Baca Kaltara sekaligus guru SMP Islam Terpadu (IT) Ibnu Abbas Tarakan dan Founder mudahmenulis.id bersama para santri di Kota Tarakan, Rabu (20/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Ilham Zain, langkah yang dilakukan Muhammad Ramli menjadi contoh nyata bahwa budaya menulis dapat tumbuh dari lingkungan sekolah melalui pendampingan yang konsisten dan berkelanjutan.
“Semangat seperti ini yang perlu terus ditularkan. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana melahirkan generasi yang kreatif, berpikir maju, dan mampu menghasilkan karya,” kata Ilham Zain.
Melalui pendampingan intensif selama satu bulan dengan 10 kali pertemuan, para santri dibimbing untuk membangun keberanian menulis, mulai dari memahami pentingnya literasi hingga menyusun karya tulis pertama mereka.
Dari proses pembinaan tersebut, lahir tiga buku karya santri berjudul Tentang Keluarga yang Selalu di Hati, Hal-Hal yang Selalu Ingin Kuingat, dan Bayi Kecil Itu, Telah Bertumbuh.
Ilham Zain menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan literasi secara berkelanjutan mampu meningkatkan rasa percaya diri generasi muda dalam menuangkan gagasan melalui tulisan.
Ia menegaskan, pembangunan budaya literasi tidak bisa hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif sekolah, guru, komunitas, keluarga, hingga masyarakat luas.
“Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Karena itu budaya membaca dan menulis perlu terus diperkuat,” ujarnya.
DPK Kaltara berharap gerakan literasi serupa dapat berkembang di berbagai daerah sehingga semakin banyak generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga produktif menghasilkan karya.
Melalui penguatan budaya literasi sejak dini, diharapkan lahir generasi muda Kaltara yang kreatif, percaya diri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa. (*)
Sumber Berita: Dkisp

















