LAMPUNG SELATAN – Nur Asiyah (38), warga Desa Pemulihan, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, mengaku mengalami kesulitan hidup yang berat setelah suaminya harus mendekam di balik jeruji penjara. Suaminya terseret kasus hukum terkait peristiwa perkelahian yang melibatkan dirinya.
Saat dikonfirmasi awak media pada hari Sabtu, (4 /7/2026) Nur Asiyah menyatakan bahwa keberadaan suaminya sangat berarti bagi keutuhan dan perekonomian keluarganya, sebab ia merupakan satu-satunya tulang punggung yang menopang seluruh kebutuhan hidup.
“Saya memohon kepada Bapak Bupati agar dapat membantu suami saya yang kini ditahan di LAPAS Kalianda. Jangankan untuk membayar jasa pengacara, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja kami sudah sangat kesulitan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, tanpa adanya nafkah dari suami, Nur Asiyah harus berjuang sendirian memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara tempat tinggalnya pun masih menumpang di rumah kerabat.
Melihat kondisi yang semakin berat, Nur Asiyah menyampaikan harapannya kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Ia memohon perhatian dan bantuan agar suaminya dapat dibebaskan atau mendapatkan proses hukum serta keadilan yang terbaik.
“Kami sangat berharap Bapak Bupati dapat membantu meringankan beban kami. Suami saya adalah tumpuan hidup keluarga. Kalau ia tidak ada, saya sangat kesulitan menghidupi anak-anak dan memenuhi segala kebutuhan rumah tangga,” tambahnya.
Saat ini, Nur Asiyah hanya bisa berdoa dan berharap agar ada jalan keluar terbaik, sehingga keluarganya dapat segera berkumpul kembali dan menjalani kehidupan seperti sedia kala.
Penulis : Afriandra
Sumber Berita: Suarakalimantankini.com

















