Pemkab Bulungan Raih Penghargaan Kemenkes atas Capaian Surveilans Kesehatan Anak 2025 ‎

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 01:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKI  | JAKARTA — Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dalam memperkuat sistem deteksi dini penyakit menular pada anak mendapat apresiasi di tingkat nasional. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkab Bulungan menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) atas keberhasilan memenuhi target surveilans kesehatan anak tahun 2025.


‎​Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Indri Yogyaswari, kepada perwakilan Pemkab Bulungan di Jakarta pada Jumat (22/5/2026).


‎​Kabupaten Bulungan dinilai berhasil memenuhi sejumlah indikator ketat dalam surveilans penyakit menular pada anak sepanjang tahun 2025. Dua parameter utama yang berhasil dipenuhi adalah:

‎​Target Non-Polio Acute Flaccid Paralysis (NPAFP) Rate: Mencapai target nasional sebesar \ge 3 per 100.000 penduduk usia di bawah 15 tahun.

‎​Target Discarded Rate (Bukan Campak-Bukan Rubela): Mencapai target sebesar \ge 2 per 100.000 penduduk.

‎​Kedua indikator ini menjadi acuan penting dalam memastikan sistem deteksi dini terhadap potensi kelumpuhan layu akut (terkait polio) serta pemantauan kasus ruam dan demam (terkait campak-rubela) berjalan efektif di lapangan.


‎​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi dari seluruh elemen kesehatan di daerah, mulai dari tenaga medis hingga peran aktif masyarakat.


‎​”Capaian ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya perlindungan kesehatan anak. Peran tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, kader, hingga dukungan masyarakat sangat krusial dalam keberhasilan surveilans ini,” ujar Imam.


‎​Ia menambahkan, sistem surveilans yang kuat memiliki fungsi strategis untuk memetakan dan mendeteksi secara dini potensi penyebaran penyakit. Dengan data yang cepat dan akurat, langkah penanganan atau intervensi medis dapat dilakukan secara tepat guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).


‎​Selain memperkuat deteksi dini, optimalisasi surveilans ini juga ditujukan untuk mendukung kesuksesan program imunisasi nasional di tingkat daerah.


‎​Melalui penghargaan ini, Pemkab Bulungan berkomitmen untuk menjadikan capaian tersebut sebagai motivasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Fokus ke depan akan diarahkan pada penguatan koordinasi lintas sektor serta peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi rutin dan kewaspadaan terhadap gejala penyakit menular pada anak.

Berita Terkait

HLM TP2DD Digelar, Gubernur Minta OPD Percepat Digitalisasi Retribusi
Semangat Harkopnas ke-79, Wagub Ingin Koperasi Kaltara Makin Maju
ORI Resmi Mundur dari Partai Buruh, Partai Buruh: “Tidak Mengganggu Konsolidasi
Wagub Kaltara Tempuh 9 Jam Jalur Berlumpur demi Tinjau Jalan Perbatasan KM 95
DKISP Kaltara Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Keamanan Digital
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wagub Serukan Aksi Nyata untuk Menjaga Bumi
Sekda Bulungan Minta Pengelolaan IPAL Satuan Pelayanan Gizi Dioptimalkan
Wagub Ingkong Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif Indonesia dari SMSI
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:58 WITA

HLM TP2DD Digelar, Gubernur Minta OPD Percepat Digitalisasi Retribusi

Senin, 13 Juli 2026 - 10:53 WITA

Semangat Harkopnas ke-79, Wagub Ingin Koperasi Kaltara Makin Maju

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:52 WITA

ORI Resmi Mundur dari Partai Buruh, Partai Buruh: “Tidak Mengganggu Konsolidasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:48 WITA

Wagub Kaltara Tempuh 9 Jam Jalur Berlumpur demi Tinjau Jalan Perbatasan KM 95

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:09 WITA

DKISP Kaltara Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Keamanan Digital

Berita Terbaru

Pemerintahan

HLM TP2DD Digelar, Gubernur Minta OPD Percepat Digitalisasi Retribusi

Senin, 13 Jul 2026 - 21:58 WITA