Tekanan Berat Membuat Kesehatan Menurun, Nur Aisyah Dirawat di Klinik

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN – Penderitaan yang tak kunjung usai kondisi kesehatan Nur Aisyah (40), warga Desa Pemulihan, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, menurun drastis. Ia akhirnya harus dilarikan ke klinik guna mendapatkan perawatan medis, setelah sebelumnya menanggung beban berat menyusul penetapan suami dan anaknya sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan serta kehilangan janin yang dikandungnya.

Nur Aisyah kini menjalani perawatan di Klinik Bunda Tika, Desa Pemulihan, pada hari Minggu (5/7/2026). Ia mengaku rasa sakit yang dideritanya muncul sejak perkara yang melibatkan suaminya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kalianda. Sehari-hari, ia harus menyempatkan diri mengantarkan makanan untuk suami dan anaknya yang sedang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kalianda.

“Saya mulai merasakan sakit ini sejak kasus suami dibawa ke kejaksaan. saya harus Menjenguk Suami dua kali dalam Seminggu. Waktu itu saya sempat mengeluh ke suami bahwa kepala saya sering terasa berdenyut dan pusing, tapi saya tetap berusaha bertahan dan berpikir harus kuat menjalani hidup sendirian tanpa mereka,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hari ini, ia tidak dapat menjenguk keluarganya karena berusaha bekerja untuk menyiapkan biaya kebutuhan menjenguk keesokan harinya. Ia berangkat ke sawah untuk membersihkan rumput di tanaman padi, namun rasa sakit tak tertahankan kembali menyerang.

“Saya berusaha abaikan rasa sakit saat di sawah, tapi akhirnya tidak kuat menahan pusing dan mual. Saya pun pulang ke rumah adik yang paling dekat. Setelah minum air hangat, saya mencoba pulang ke rumah sendiri, tapi sesampainya di rumah malah semakin parah dan muntah-muntah. Akhirnya saya minta tolong adik bungsu untuk mengantarkan saya ke Klinik Bunda Tika,” lanjutnya.

Di tengah kondisi fisik dan batin yang tertekan, Nur Aisyah tetap menyampaikan harapannya. Ia memohon perhatian dan pertolongan kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, agar diberikan jalan keluar terbaik bagi suami dan anaknya yang sedang tersandung masalah hukum.

“Saya hanya bisa memohon kepada Bapak Bupati yang terhormat. Tolonglah bantu cari solusi terbaik untuk kasus suami dan anak saya. Saya sudah tidak sanggup lagi menanggung beban ini sendirian,” pungkas Nur Aisyah.

Penulis : Riyan

Berita Terkait

Suami Terjerat Kasus Hukum, Nur Asiyah Mengadu ke Bupati Lampung Selatan
Persidangan Sinode GKPI, Momentum Strategis Penguatan Pelayanan Gereja
Sejahterakan Pengurus Adat, Tiga Kesultanan Dukung Wacana Pembangunan Kebun Sub Suku Adat di Bulungan‎
Sambut 1 Muharram 1448 H, Ribuan Peserta Padati Pawai Tahun Baru Islam di Tanjung Selor
DWP Kaltara Soroti Degradasi Attitude Gen Z, Dorong Penguatan Literasi dan Peran Orang Tua
TP PKK Kaltara Dorong Terwujudnya Rumah Sehat Layak Huni untuk Kesejahteraan Keluarga
Pemprov Fasilitasi Pemulangan Warga Terlantar Asal Sulawesi
Pastikan Akses Kebutuhan Dasar, Warga Desa Terima Bantuan Pipa Air Bersih ‎ ‎
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:39 WITA

Tekanan Berat Membuat Kesehatan Menurun, Nur Aisyah Dirawat di Klinik

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:31 WITA

Suami Terjerat Kasus Hukum, Nur Asiyah Mengadu ke Bupati Lampung Selatan

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:12 WITA

Persidangan Sinode GKPI, Momentum Strategis Penguatan Pelayanan Gereja

Senin, 22 Juni 2026 - 09:43 WITA

Sejahterakan Pengurus Adat, Tiga Kesultanan Dukung Wacana Pembangunan Kebun Sub Suku Adat di Bulungan‎

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:04 WITA

Sambut 1 Muharram 1448 H, Ribuan Peserta Padati Pawai Tahun Baru Islam di Tanjung Selor

Berita Terbaru