SKI | NUNUKAN — Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Fajar (UNIFA) Makassar menjadi peluang strategis bagi para pegawai di daerah perbatasan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan tinggi tanpa mengabaikan tugas kedinasan.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Ramadhan, S.H., Pengawas Perdagangan Ahli Pertama pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, yang baru saja menyelesaikan pendidikan jenjang Magister (S2) Ilmu Komunikasi.
Ramadhan mengungkapkan bahwa pilihan program studi tersebut diselaraskan secara langsung dengan beban kerja dan tugas harian yang diembannya sebagai pengawas perdagangan di lapangan.
”Saya mengambil Ilmu Komunikasi karena melihat ilmu ini sangat menunjang pekerjaan. Sebagai pengawas perdagangan, kemampuan berkomunikasi sangat penting, baik dalam menyampaikan informasi, berkoordinasi, maupun berinteraksi dengan pelaku usaha dan masyarakat,” ujar Ramadhan saat dihubungi MataKaltara News, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, skema RPL sangat membantu aparatur di daerah terpencil dan perbatasan. Pengalaman serta kompetensi kerja yang telah dimiliki sebelumnya dapat diakui dalam kredit akademik, sehingga mempercepat dan memudahkan proses pembelajaran.
Usai menyelesaikan seluruh tahapan studi, Ramadhan bersama rombongan mahasiswa asal Kalimantan Utara—termasuk dari Kabupaten Bulungan—bersiap bertolak ke Makassar untuk mengikuti prosesi yudisium dan wisuda. Rombongan memilih menempuh jalur laut menggunakan armada kapal Pelni.
”Untuk ke Makassar kami akan bersama-sama dengan teman-teman lainnya, termasuk ada teman dari Bulungan. Kami memilih menggunakan Pelni karena aksesnya lebih mudah dan tentunya lebih hemat biaya,” jelasnya.
Perjalanan laut bersama ini dinilai memberikan nilai tambah tersendiri dalam mempererat kebersamaan serta menjadi simbol perjuangan para mahasiswa asal daerah perbatasan dalam menuntut ilmu.
Melalui pencapaian ini, Ramadhan berharap langkahnya dapat memotivasi sesama rekan pegawai di daerah agar terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak menjadikan jarak geografis sebagai penghambat kemajuan.
”Semoga semakin banyak pegawai di daerah yang mendapatkan kesempatan seperti ini. Jangan sampai keterbatasan akses dan jarak menjadi alasan untuk berhenti meningkatkan pendidikan. Harapannya, ilmu yang saya dapat selama kuliah bisa diterapkan dalam pekerjaan dan memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun dalam mendukung tugas di instansi,” tutupnya.
#Redaksi Suara Kalimantan

















