SKI | Kaltara – Pengelolaan zakat di Kalimantan Utara (Kaltara) terus diarahkan agar tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Untuk itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Kaltara memperkuat kemampuan pengelolaan data, evaluasi program, dan perencanaan anggaran melalui pelatihan SIMBA serta penyusunan Renja dan RKAT 2027.
Hal itu disampaikan Gubernur Kaltara yang diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltara, H. Muh. Rosyit, S.IP., M.M., saat membuka kegiatan Pelatihan Aplikasi SIMBA, Evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026, serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen Perencanaan (Renja dan RKAT 2027) BAZNAS se-Kaltara di Gedung FKUB, Senin (28/9).
Rosyit mengatakan, di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan, termasuk dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.
Menurutnya, penggunaan Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) dapat membantu memastikan proses penghimpunan dan pendistribusian dana umat tercatat dengan baik, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Dengan SIMBA, pengelolaan dan pelaporan zakat diharapkan semakin tertib. Data dari kabupaten/kota, provinsi hingga pusat juga bisa terintegrasi dengan baik,” ujar Rosyit.
Ia menilai penguasaan sistem informasi tersebut penting agar persoalan administrasi dan pelaporan dapat diminimalkan. Dengan data yang tertata, BAZNAS juga akan lebih mudah melakukan evaluasi terhadap capaian program dan pengelolaan dana umat. (dkisp)
#Redaksi Suara Kalimantan Kini
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

















