SKI | MAKASSAR – Dalam situasi darurat dan bencana alam, kecepatan respons medis seringkali menjadi penentu keselamatan jiwa. Menyadari pentingnya peran tersebut, Universitas Patria Artha (UPA) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Medical Emergency (ME) terus konsisten mencetak relawan mahasiswa yang tangguh dan kompeten di bidang kegawatdaruratan.
Sebagai organisasi yang berfokus pada pertolongan pertama, UKM ME hadir bukan sekadar sebagai wadah kemahasiswaan, melainkan sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.
Kontribusi Nyata dan Apresiasi Pemerintah
Dedikasi UKM ME telah diakui secara luas. Pemerintah Daerah di berbagai wilayah Sulawesi Selatan memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi aktif unit ini dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Melalui layanan kesehatan lapangan, anggota ME terjun langsung ke lokasi terdampak untuk memberikan bantuan medis primer yang sangat dibutuhkan saat akses kesehatan formal terhambat.
Menjadi bagian dari Medical Emergency bukanlah perkara mudah. Calon anggota harus melewati proses seleksi dan pelatihan yang komprehensif selama satu tahun. Tahapan tersebut meliputi:Masa Bimbingan (Mabim), Pra Pendidikan Dasar (Pra Diklatsar) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) serta Sidang Kelulusan
”Setiap anggota dibekali dengan tiga pilar utama: Knowledge, Attitude, dan Skill mengenai kegawatdaruratan,” ujar Abdul Rahman, Pembina UKM ME sekaligus Direktur Wellness Patria Indonesia dan Dosen Tetap S1 Ilmu Keperawatan UPA. Selain aspek medis, ketahanan fisik juga menjadi fokus utama guna memastikan relawan siap menghadapi medan bencana yang ekstrem.
Dominasi Mahasiswa Kalimantan Utara
Menariknya, komposisi anggota UKM ME saat ini didominasi oleh mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara). Para mahasiswa ini dikenal memiliki keunggulan dalam ketahanan fisik serta pengalaman adaptasi di medan yang menantang, sebuah modal penting yang sejalan dengan tuntutan tugas di lapangan.
Merupakan unit kegiatan mahasiswa yang berdedikasi pada bidang kegawatdaruratan dan mitigasi bencana, di bawah bimbingan akademisi dan praktisi kesehatan berpengalaman untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas.
# Redaksi Suara Kalimantan Kini
Editor : Sahran
Sumber Berita: SKI

















