Dinkes Bulungan Perkuat Sinergi Jejaring Layanan Gizi, KIA, dan Kespro Guna Tekan AKI-AKB serta Stunting ‎

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 15:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKI | TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan resmi menggelar pertemuan koordinasi implementasi jejaring dan supervisi fasilitatif untuk layanan program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 April 2026 ini, bertujuan untuk memperkuat integrasi layanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Bulungan.

‎‎Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam menjawab tantangan besar kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB).

‎‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan drg. H. Imam Sujono M, AP dalam sambutannya saat membuka acara, menekankan bahwa puskesmas sebagai garda terdepan tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinkronisasi yang kuat antara penyedia layanan pemerintah, klinik swasta, praktik mandiri, hingga organisasi profesi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎”Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak dapat berjalan secara terpisah atau silo. Kita memerlukan sistem yang terintegrasi. Jejaring bukan hanya soal hubungan antar fasilitas, tetapi bagaimana sistem rujukan dan koordinasi berjalan efektif demi keselamatan pasien,” tegasnya.

‎Beliau juga menambahkan bahwa melalui supervisi fasilitatif, fokus utamanya adalah pembinaan untuk mencari solusi atas kendala di lapangan, bukan sekadar mencari kekurangan di fasilitas kesehatan.

‎‎Pertemuan ini dihadiri oleh 24 peserta yang terdiri dari penanggung jawab Kespro/KB dari 12 Puskesmas se-Bulungan, perwakilan RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo, Praktik Mandiri Bidan (PMB), serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

‎Kegiatan ini berlandaskan pada sejumlah regulasi terbaru, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Kesehatan Reproduksi. Para peserta dibekali materi mengenai kebijakan pelayanan KB, regulasi penyelenggaraan Kespro, serta strategi penguatan rujukan lintas sektor.

‎Di akhir sesi pembukaan, Dinas Kesehatan menginstruksikan tiga poin penting yang harus dicapai melalui kegiatan ini:

‎‎Akurasi Data: Memastikan data Gizi dan KIA akurat sebagai fondasi pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.

‎‎Kolaborasi Lintas Program: Menghapus sekat antar pengelola program agar pelayanan lebih holistik.

‎‎Implementasi Nyata: Menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret untuk segera diterapkan di fasilitas kesehatan masing-masing.

‎Dengan adanya penguatan jejaring ini, diharapkan kualitas pembangunan kesehatan di Kabupaten Bulungan meningkat secara signifikan, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan ibu, anak, dan reproduksi yang lebih standar, cepat, dan berkualitas.

‎‎Sumber: Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan.

‎#Suara Kalimantan Kini

Editor : SKI

Berita Terkait

Tingkatkan Kesejahteraan Nakes, Pemkab Bulungan Serahkan 4 Unit Rumah Dinas di Puskesmas Tanah Kuning
‎Dinkes Bulungan Mulai Penilaian Kinerja Puskesmas 2025, Fokus pada Standar Layanan Prima
RAPAT KOORDINASI GERMAS BULUNGAN: KESEHATAN SEBAGAI INVESTASI UNTUK MASA DEPAN HEBAT
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 15:40 WITA

Dinkes Bulungan Perkuat Sinergi Jejaring Layanan Gizi, KIA, dan Kespro Guna Tekan AKI-AKB serta Stunting ‎

Sabtu, 25 April 2026 - 10:18 WITA

Tingkatkan Kesejahteraan Nakes, Pemkab Bulungan Serahkan 4 Unit Rumah Dinas di Puskesmas Tanah Kuning

Selasa, 21 April 2026 - 11:28 WITA

‎Dinkes Bulungan Mulai Penilaian Kinerja Puskesmas 2025, Fokus pada Standar Layanan Prima

Senin, 8 Desember 2025 - 20:38 WITA

RAPAT KOORDINASI GERMAS BULUNGAN: KESEHATAN SEBAGAI INVESTASI UNTUK MASA DEPAN HEBAT

Berita Terbaru