Dinkes Bulungan Tetapkan KLB Suspek Campak di Komunitas Punan Logpond, Respons Cepat Libatkan Lintas Sektor ‎

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kesehatan dan aparat Desa Apung menyiapkan ambulans untuk merujuk warga guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, dalam rangka penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak dan TB di kawasan Logpond, Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.

Petugas kesehatan dan aparat Desa Apung menyiapkan ambulans untuk merujuk warga guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, dalam rangka penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak dan TB di kawasan Logpond, Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.

SKI | TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan bergerak cepat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Suspek Campak di kawasan Logpond, Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor. Langkah ini diambil usai ditemukannya kasus penyakit menular di komunitas warga Punan setempat.

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. Imam Sujono, mengungkapkan bahwa penanganan intensif dilakukan menyusul laporan awal pada 4 Juni 2026 mengenai adanya warga yang mengalami gejala batuk, demam, hingga dilaporkan meninggal dunia.

‎“Mendapat laporan tersebut, kami langsung menurunkan Tim Gerak Cepat (TGC) ke lapangan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan kesehatan terhadap warga di lokasi,” ujar Imam kepada media ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 5 Juni 2026, TGC Dinkes Bulungan bersama Puskesmas Bumi Rahayu, aparat desa, dan pihak Comdev PT PKN melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Dari hasil skrining terhadap 25 warga yang hadir:

‎13 sampel dahak diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas Bumi Rahayu.

‎6 warga dirujuk awal ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor (diduga 3 kasus Tuberkulosis/TB dan 3 suspek campak).

Melalui pendekatan persuasif, jumlah warga yang bersedia dirujuk terus bertambah. Hingga 15 Juni 2026, total 14 warga telah dievakuasi ke RSD dr. Soemarno Sosroatmodjo untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan, meski awalnya sempat ada penolakan dari sebagian masyarakat.

“Dari 14 orang yang dirujuk, sebanyak 11 orang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik, dua orang masih menjalani perawatan, dan satu orang meninggal dunia saat menjalani perawatan,” jelas drg. Imam Sujono.

Sebagai tindak lanjut status KLB, Dinkes Bulungan menginstruksikan penanganan komprehensif, mulai dari penemuan kasus aktif, pengobatan massal, pelaporan rutin, hingga sosialisasi bahaya TB dan campak. Pencegahan juga diperkuat lewat vaksinasi campak menyasar anak-anak usia di bawah 16 tahun di Desa Apung dan komunitas Punan Logpond.

Guna memastikan penanganan berjalan solid, koordinasi lintas sektor diperkuat melalui dua pertemuan penting:

10 Juni 2026: Mini Lokakarya Lintas Sektor oleh Puskesmas Bumi Rahayu di BPU Desa Bumi Rahayu.

12 Juni 2026: Rapat Koordinasi di Kantor Desa Apung yang melibatkan Dinkes, Camat Tanjung Selor, TNI-Polri, Puskesmas, PT PKN, aparat desa, serta tokoh masyarakat, adat, pemuda, dan agama.

Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk mendukung penuh proses skrining, pengobatan, dan penanganan mobilitas warga.

‎Hingga saat ini, tim kesehatan di lapangan masih terus melakukan penyisiran ke lokasi aktivitas warga Punan. Langkah ini krusial karena sebagian masyarakat kerap berpindah tempat dan tidak berada di lokasi saat kunjungan pertama.

‎Dinkes Bulungan menegaskan pelayanan kesehatan dan pemantauan ketat akan terus digulirkan secara berkelanjutan hingga seluruh warga yang berisiko terjangkau, serta situasi KLB di kawasan Logpond benar-benar dapat dikendalikan.
‎
‎# Redaksi Suara Kalimantan Kini

Berita Terkait

‎Dinkes Bulungan Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Keterlibatan Warga Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan
Dongkrak Kinerja Layanan Primer, Dinkes Bulungan Genjot Kapasitas Posyandu dan Kompetensi Kader
Pemkab Bulungan Ambil Alih Pembiayaan 5.745 Peserta JKN Terdampak Penonaktifan Pemprov Kaltara
Dampak Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Bulungan Capai 3.453 Kasus ‎
Dinkes Bulungan Gelar Gerakan Ibu Hamil Sehat di Bumi Rahayu untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Dinas Kesehatan Bulungan Sambut 20 Mahasiswa KKN UPA untuk Dorong Edukasi Kesehatan Masyarakat
Sekda Bulungan Minta Pengelolaan IPAL Satuan Pelayanan Gizi Dioptimalkan
‎Dinkes Bulungan Gelar Bimtek Pengawasan Apotek, Tekankan Pengendalian Resistensi Antimikroba dan Tertib Perizinan
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:27 WITA

‎Dinkes Bulungan Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Keterlibatan Warga Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Dongkrak Kinerja Layanan Primer, Dinkes Bulungan Genjot Kapasitas Posyandu dan Kompetensi Kader

Selasa, 29 September 2026 - 22:20 WITA

Pemkab Bulungan Ambil Alih Pembiayaan 5.745 Peserta JKN Terdampak Penonaktifan Pemprov Kaltara

Sabtu, 19 September 2026 - 07:26 WITA

Dampak Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Bulungan Capai 3.453 Kasus ‎

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:01 WITA

Dinkes Bulungan Gelar Gerakan Ibu Hamil Sehat di Bumi Rahayu untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Berita Terbaru