SKI | BULUNGAN — Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bulungan merespons cepat keluhan warga terkait tumpukan sisa potongan ranting pohon di kawasan tepian Sungai Kayan, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Selasa (3/11/2026).
Aksi tanggap darurat ini dilakukan menyusul protes dari masyarakat setempat yang menilai sisa pemangkasan ranting pohon berserakan dan mencemari estetika lingkungan bantaran sungai.
Kepala DPRKP Bulungan menurunkan puluhan personel ke lapangan untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh. Tim tersebut dibekali berbagai peralatan pendukung, termasuk gergaji mesin (senso) serta kendaraan operasional pengangkut untuk mengevakuasi potongan kayu dan ranting yang menumpuk di area bantaran sungai.
Sebelumnya, sisa pemangkasan ranting di kawasan ikonik tepian Sungai Kayan tersebut sempat dikeluhkan oleh Ketua RT V/RW IV Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Taufik Arifin. Ia menyayangkan lambatnya penanganan sisa material pemangkasan yang dikhawatirkan mengotori perairan dan merusak pemandangan.
”Kalau mau dibersihkan di darat, tolong sungainya juga dibersihkan. Ini jelas merusak pemandangan di tepi Sungai Kayan,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026) lalu.
Taufik menegaskan, kawasan tepian Sungai Kayan merupakan salah satu ikon daerah kebanggaan Kabupaten Bulungan maupun Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Terlebih, lokasi tersebut rutin menjadi pusat keramaian warga dari berbagai daerah setiap kali perayaan HUT Kabupaten Bulungan dan HUT Provinsi Kaltara digelar.
Ia juga mengungkapkan bahwa tumpukan ranting kayu tersebut—yang berada tepat di depan Penginapan Harapan—bahkan sudah ada sejak sebelum perlombaan perahu dayung dalam rangkaian perayaan HUT Kabupaten Bulungan lalu.
”Harusnya ini kita jaga kebersihannya bersama. Jangan sampai niat awal untuk memperindah lingkungan justru mengorbankan kebersihan sungai yang menjadi kebanggaan kita,” tegasnya.
Dengan adanya penerjunan puluhan personel oleh DPRKP Bulungan ini, warga berharap kawasan tepian Sungai Kayan dapat segera kembali bersih, asri, dan indah, serta mengembalikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Penulis: Syam
Redaksi: Suara Kalimantan Kini

















