SKI | BANDUNG — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Usman, SKM., M.Kes., bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, MAP, menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) di Kota Bandung, Jawa Barat.
Forum strategis nasional yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 November 2026 ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan pembangunan kesehatan, khususnya percepatan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM).
Dalam forum tersebut, fokus utama yang diangkat adalah penguatan strategi penanggulangan penyakit melalui pendekatan kolaborasi Pentahelix. Pendekatan ini melibatkan lima unsur utama pembangunan, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan komunitas, serta media massa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, MAP, menekankan bahwa penanganan kasus ATM tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan semata. Diperlukan keterlibatan aktif dan terintegrasi dari seluruh pemangku kepentingan.
”Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, hingga media,” ujar Imam Sujono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Melalui pendekatan Pentahelix ini, ia berharap upaya pencegahan, penemuan kasus secara dini, pengobatan, hingga pengendalian dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, perbatasan, dan daerah dengan keterbatasan akses.
Sebagai tindak lanjut dari hasil PENAS ADINKES 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan telah memetakan sejumlah langkah strategis prioritas, di antaranya:
Deteksi Dini: Meningkatkan penemuan kasus AIDS, TBC, dan Malaria melalui penguatan layanan Puskesmas dan jejaring kesehatan.
Surveilans dan Pelaporan: Memperkuat sistem pencatatan, pelaporan, dan pemantauan kasus secara berkala.
Akses Pengobatan: Memastikan akses pengobatan yang berkualitas, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Optimalisasi Lintas Sektor: Menggalang dukungan dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah desa.
Edukasi dan Pengurangan Stigma: Memperkuat promosi kesehatan untuk meningkatkan literasi masyarakat sekaligus menekan stigma serta diskriminasi terhadap penderita.
Koordinasi Berjenjang: Meningkatkan koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, rumah sakit, dan seluruh Puskesmas.
Melalui sinergi yang terbangun dalam momentum nasional ini, pemerintah daerah optimis target eliminasi AIDS, TBC, dan Malaria dapat segera terwujud demi mewujudkan masyarakat Kalimantan Utara yang lebih sehat dan produktif.
Penulis : Syam
Redaksi Suara Kalimantan Kini

















