Kejari Usut Dugaan Penyimpangan Proyek P2SP Mangkrak di SD 1 Sukacari, Kabid Sarpras Harus Bertanggung Jawab

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 18:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKI | SUKACARI — Kejaksaan Negeri (Kejari) resmi menurunkan tim penilai dan auditor untuk melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran di SD 1 Sukacari. Pemeriksaan berfokus pada realisasi program Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang hingga kini mangkrak, meski anggaran dari pemerintah pusat telah dikucurkan.

Pemeriksaan oleh Korps Adhyaksa ini berawal dari laporan masyarakat dan komite sekolah terkait kondisi bangunan hasil proyek revitalisasi tersebut. Sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar yang seharusnya sudah digunakan siswa hingga kini masih terkunci dan tidak difungsikan.

‎​Menurut sumber internal Kejari, tim auditor tidak hanya memeriksa kualitas fisik bangunan di lapangan, tetapi juga meneliti seluruh dokumen administrasi, mulai dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), hingga mekanisme pencairan dana swakelola.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎​”Kami sedang mencocokkan realisasi di lapangan dengan spesifikasi yang tertuang dalam petunjuk teknis. Jika ditemukan adanya kerugian negara akibat kelalaian atau kesengajaan yang membuat fasilitas ini tidak dapat digunakan, kami akan menaikkan status pemeriksaan ke tahap selanjutnya,” tegas perwakilan Tim Penyidik Kejari saat ditemui di lingkungan sekolah.

Menanggapi proses hukum yang berjalan, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dinas Pendidikan setempat memberikan klarifikasi dan menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas tertundanya operasional fasilitas tersebut.

“Terkait program P2SP di SD 1 Sukacari yang saat ini belum difungsikan, saya selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana menyatakan bertanggung jawab penuh atas situasi ini,” ujar Kabid Sarpras dalam keterangan resminya.

Ia juga menambahkan bahwa jika nantinya ditemukan kekurangan atau kekeliruan dalam pengerjaan proyek tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak terkait siap mengembalikan kerugian sesuai aturan yang berlaku ke kas negara. Mengenai pola pengelolaan anggaran yang dilakukan oleh pihak kepala sekolah, ia menilai hal tersebut masih sesuai dengan mekanisme regulasi yang diperbolehkan.

‎​Di sisi lain, belum difungsikannya bangunan P2SP menuai kekecewaan dari pihak orang tua dan wali murid. Mereka menilai kondisi tersebut merugikan hak para siswa untuk mendapatkan fasilitas belajar yang layak.
‎
‎”Anggaran yang diturunkan jumlahnya tidak sedikit. Harusnya gedung ini dikerjakan sesuai dengan RAB. Kami meminta kejaksaan mengusut kasus ini sampai tuntas,” ungkap salah seorang perwakilan komite sekolah.
‎
‎Hingga saat ini, tim auditor Kejari masih terus mengumpulkan data dan meminta keterangan dari kepala sekolah, bendahara P2SP, serta sejumlah saksi untuk melengkapi berkas audit investigasi

Penulis : Apriandra

Editor : Redaksi

Berita Terkait

‎Sidang Perkara Dugaan Ijazah Palsu di PN Tanjung Selor: Ahli Hukum Pidana Paparkan Bedanya “Membuat” dan “Memalsukan” Surat ‎
Saksi Ungkap Perintah Pembatalan Ijazah di Sidang Dugaan Pemalsuan, Kadisdik Bulungan Membantah
Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bulungan, Kuasa Hukum Hadirkan Mantan Ketua KPU dan Saksi Meringankan
Sengkarut NISN dan Ujian Nasional Paket B, Praktisi Hukum Rudi Rola, S.H.: JPU Keliru Memahami Rezim Hukum Pendidikan Kesetaraan
Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bulungan, JPU Hadirkan Saksi Ahli
Sidang Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bulungan, Kepala PKBM Sebut Ijazah Baru Berupa Draf atau Konsep
Kejati Kaltara Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kredit Bank Raya Rp759 Miliar
Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bulungan Ditunda, Saksi Kunci Kabur ‎
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:16 WITA

‎Sidang Perkara Dugaan Ijazah Palsu di PN Tanjung Selor: Ahli Hukum Pidana Paparkan Bedanya “Membuat” dan “Memalsukan” Surat ‎

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:26 WITA

Saksi Ungkap Perintah Pembatalan Ijazah di Sidang Dugaan Pemalsuan, Kadisdik Bulungan Membantah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:37 WITA

Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bulungan, Kuasa Hukum Hadirkan Mantan Ketua KPU dan Saksi Meringankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:53 WITA

Sengkarut NISN dan Ujian Nasional Paket B, Praktisi Hukum Rudi Rola, S.H.: JPU Keliru Memahami Rezim Hukum Pendidikan Kesetaraan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:32 WITA

Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bulungan, JPU Hadirkan Saksi Ahli

Berita Terbaru